Pada hari Senin (16/07) telah dilakukan kegiatan posyandu ibu hamil yang dilaksanakan di rumah kepala dusun tiga yaitu dusun Sipelem, desa Sirangkang. Kegiatan posyandu ini dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh sekitar lima belas orang ibu hamil. Para ibu hamil sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang berupa pengukuran tensi, pemeriksaan kehamilan, senam ibu hamil, dan pemberian materi-materi terkait dengan kehamilan tersebut.

Dalam kesempatan ini, dua dari anggota kami yang berasal dari Fakultas Kedokteran, juga ikut menjalankan program monodisiplin mereka yang berupa “pendampingan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) pada ibu hamil”. Dias Khairunnisa, yang berasal dari prodi Ilmu Gizi, memberikan informasi terkait gizi ibu hamil, olah raga yang baik bagi ibu hamil untuk mencegah anemia,KEK (Kekurangan Energi Kronis) pada ibu hamil, ASI eksklusif serta stunting pada anak. Setelah penyampaian materi tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan dan apabila ditemui  ibu hamil yang menderita KEK, maka beliau akan langsung diberikan bantuan oleh dinas setempat berupa pemberian kacang hijau, telur, susu, dan gula.

     

Sedangkan Jennifer Patricia, yang berasal dari prodi Kedokteran Umum, ikut membantu dalam melakukan pengecekan tensi ibu hamil dan memberikan informasi terkait pemeriksaan wajib ibu hamil, dimana pada masa kehamilan awal atau yang disebut dengan trimester pertama, ibu hamil wajib memeriksakan kehamilan ke fasilitas layanan kesehatan yang menyediakan pemeriksaan laboratorium untuk skrining penyakit yang dapat menular dari ibu ke janin. Ia juga mengingatkan ibu hamil untuk mendapatkan vaksin saat pemeriksaan rutin kehamilan.

Kurangnya kesadaran dan pemahaman ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Sirangkang, khususnya di dusun Sipelem, menurut keterangan Ibu Bidan Harini, mendorong mereka untuk menjelaskan mengenai betapa pentingnya Inisiasi Menyusui Dini dan pemberian ASI eksklusif.  Ke depannya, diharapkan ibu hamil menjadi lebih sadar akan jadwal pemeriksaan kehamilan rutin sehingga dapat diketahui apakah ada faktor risiko yang dapat membahayakan ibu dan janin, serta gizi yang harus didapatkan. Selain itu, ibu hamil dapat mempraktikkan Inisiasi Menyusui Dini dan pemberian ASI yang benar pada bayi, sangat diharapkan dari terlaksanakannya kegiatan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *